Sabtu, 17 September 2011

Insha Allah

my favorite vocalist, Fadli Padi duet with Maher Zain. Beautiful voices. Beautiful song.




Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh
Bertahan terus berharap
Allah selalu disisimu

Insya Allah.. Insya Allah.. Insya Allah..
ada jalan..
Insya Allah.. Insya Allah.. Insya Allah..
ada jalan..

Every time you commit one more mistake
You feel you can't repent and that its way too late
You're so confused
Wrong decisions you have made
Haunt your mind
and your heart is full of shame
But don't despair and never lose hope
cause Allah is always by your side

Insha Allah.. Insha Allah.. Insha Allah..
you'll find your way
Insha Allah.. Insha Allah.. Insha Allah..
ada jalan..

Turn to Allah
He's never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray

Oh ya Allah
Tuntun langkahku di jalanmu
Hanya Engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalanmu..
Selamanya..


Rabu, 14 September 2011

Berbahasa Satu Bahasa Indonesia

Sebagai orang (pendatang) yang lahir dan besar di Jakarta, saya merasa beruntung tidak mendapat pelajaran tambahan bahasa daerah di sekolah. Bahasa daerah di Jakarta ya bahasa negara, bahasa Indonesia. Meskipun demikian, lingkungan keluarga besar saya berasal dari berbagai suku yang berbeda yaitu Jawa, Sunda, Madura, Minang, Menado dan Makassar. Keberagaman terasa saat acara-acara keluarga. Dialek, celetukan dan percakapan antar daerah berseliweran di sana-sini.

Karena lebih seringnya menggunakan bahasa dalam forum informal, bahasa Indonesia yang saya pergunakan tidaklah baik dan benar. Blogging, texting, bbm turut “melemahkan” kemampuan tersebut. Otak dan jemari saya otomotis menulis yg, tdk, utk, gak, blh, daripada yang, tidak, untuk, tidak, boleh. Sementara percakapan di rumah pun bercampur dengan bahasa daerah dan kaedahnya. Contoh penggunaan kalimatnya:

*Air di ceret udah umup. (umup = mendidih)

*Udah siap masak tibanya dikirimi makanan. Batal masaknya. (tiba = tidak disangka)

*Bandanya banyak juga ya. (banda = harta)

*Pengen rebahan dulu sebentar. (rebahan = tidur-tiduran)

*Kalau migren enaknya ditidurin. (ditidurin = pergi tidur)

*Tadi adik tidur dibangunan. (dibangunan = dibangunkan/terbangun)

Kerutan di kening anak saya menyadarkan bahwa lembaran putih di otaknya akan merekam semua kesalahan itu dan menerapkannya. Adalah baik menggunakan bahasa daerah namun akan lebih baik bila kita menggunakannya dalam kaedah berbahasa yang benar. Bahasa Indonesia yang kita gunakan pun akan terdengar lebih indah. Yang pasti, tidak akan terjadi kesalahpahaman arti bahasa seperti ini:

Kakak: "Sarah, mau makan apa, mi?" (dialek Makassar)

Sarah: "Aku tidak mau makan mie..."

J


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...