Jam dua pagi. Aku masih tercenung menatap langit-langit. Mencoba memahami kegelisahan hati. Kekosongan jiwa.
Dalam remang lampu, aku menoleh. Menatap bantal empuk ditiduri. Rambut ikal menutup wajah terlelap. Bibir tipis dengan suara yang keluar darinya. Me? Ngorok? tanyamu suatu saat. Oh yes, honey. Loud and clear.
Tubuhnya berbalik. Membelakangiku. Ngoroknya berhenti. Berganti suara jangkrik dari tengah sawah sana.
Kamu tau?
Aku ingat kamu.
Di setiap aku berkedip. Mencoba melepas bayangmu. Setiap aku terpejam, mengingat hangat pelukmu. Setiap aku tersenyum, mengenang lekuk bibirmu.
Kupeluk bantal empuk seerat mungkin. Berharap hangatnya sampai padamu. Ribuan kilometer di sana.
Kuciumi bantal empuk dengan lembut. Mencari sisa yang tertinggal. Harum rambutmu. Wangi lotionmu. Bau ilermu.
Miss you.
So much.

___
untuk yang kangen karena terpisah.
Published on Friendster: March 21, 2008 at 8:47 am
pic by Yuri Arcurs on www.123rf.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar